BAB II. LANGKAH-LANGKAH
PENELITIAN ILMIAH
Durasi : 8 x 45 menit
Tujuan
Pembelajaran
Setelah mengikuti pembelajaran ini diharapkan siswa dapat :
-
Menjelaskan langkah-langkah penelitian ilmiah dengan benar.
-
Merumuskan masalah dengan baik dan benar dari gejala-gejala alam
biotik di lingkungan sekitar tempat tinggalnya.
-
Cermat dalam melihat gejala alam,
dapat melakukan observasi guna
melihat lebih jauh suatu fakta yang sedang terjadi.
-
Dapat menyampaikan hasil observasi melaului laporan tertulis dan
presentasi.
A. Jenis dan Langkah Penelitian Ilmiah
Secara
garis besar ada dua macam penelitian yaitu penelitian kualitatif dan penelitian
kuantitatif. Penelitian kualitatif memiliki tujuan mengumpulkan data
deskriptif, yang mendeskripsikan obyek
penelitian secara rinci dan mendalam. Penelitian kuantitatif pada
dasarnya bertujuan untuk menguji hipotesa atau hubungan antar variabel
penelitian.
Misalnya
seorang pemilik hotel ingin meningkatkan tingkat huniannya, maka dimintalah
seorang peneliti untuk mengungkapkan apa yang harus dilakukan. Si peneliti memulai penelitiannya dengan
terlebih dahulu mencari informasi mengenai bagaimana citra hotel tersebut
dikalangan masyarakat. Karena itu dilakukan penjajagan untuk mengetahui apa
sebenarnya yang ada dibenak masyarakat tentang hotel tersebut. Yaitu meliputi
pikiran, perasaan, dan keinginan yang menimbulkan perilaku untuk berhubungan
dengan hotel, yang harus diketahui secara mendalam. Upaya eksplorasi mendalam
ini dilaksanakan dalam penelitian kualitatif.
Setelah
citra masyarakat akan hotel bisa diungkap, maka data deskripsi yang diperoleh
dapat dipergunakan untuk meneliti secara kuantitatif. Misalnya data kualitatif
yang terkumpul diketahui bahwa masyarakat suka menggunakan fasilitas hotel
karena tarif murah, tetapi fasilitas umumnya kurang lengkap. Dari hasil penelitian
ini disusun suatu penelitian kuantitatif untuk mengetahui misalnya: a) berapa
persen masyarakat yang suka menggunakan falisitas umum di hotel itu. b) berapa
persen yang menggunakan kamar, c) bagaimana tingkat kepuasan masing-masing
kelompok pengguna fasilitas tersebut, d) Saat kapan masyarakat paling banyak
mengunakan fasilitas hotel, dll. Semua pertanyaan tadi hanya dapat dijawab
melalui penelitian kuantitatif.
Urutan
langkah penelitian ilmiah pada prinsipnya sama dengan langkah-langkah metode ilmiah, tetapi lebih
rinci dan lebih operasional. Berikut ini dijelaskan langkah demi langkah dalam
penelitian ilmiah.
1.
Menetapkan
masalah dan mengkaji teori.
Tahap pertama dalam metode
ilmiah adalah merumuskan masalah. Masalah
adalah kesulitan yang dihadapi yang memerlukan penyelesaian atau pemecahan. Fenomena berbeda dengan masalah. Rumah terbakar bukan masalah, melainkan
fenomena, yang menjadi masalah adalah bagaimana memadamkannya .
Sumber
masalah dapat berasal dari hal yang ditemui sehari-hari, hasil perenungan
maupun dari literatur yang pernah dipelajari bersumber dari bahan bacaan;
seminar, diskusi atau pertemuan ilmiah lainnya; pernyataan pemegang otoritas;
pengamatan selintas; pengalaman pribadi; perasaan intuitif. Masalah tersebut kemudian dirumuskan dalam
bentuk kalimat tanya, padat dan jelas untuk mempertajam pokok permasalahannya.
Langkah ini akan mempermudah upaya untuk menemukan teori atau konsep yang
mendasarinya dari kepustakaan atau sumber lainnya. Sumber pustaka dapat berupa
buku dengan pertimbangan relevansi dan kemutakhiran; atau berupa laporan hasil
penelitian dengan mempertimbangkan relevansi, kemutakiran dan bobot.
Tidak
semua masalah yang ditemukan dengan langkah-langkah di atas merupakan masalah
yang layak diteliti. Ada beberapa syarat agar masalah menjadi layak untuk
diteliti. 1) Masalah tadi memiliki signifikansi yang tinggi baik secara
teoritis maupun praktis. 2) masalah yang akan diteliti seharusnya memiliki
keunikan dan keaslian tersendiri, belum pernah diteliti dan akan merupakan hal
yang baru bila diteliti. 3) Memiliki data dasar atau tersedia sumber data
dasarnya (misalnya data di BPS, kelurahan, sekolah,atau institusi terkait
lainnya). 4) ada alat ukurnya atau bisa diciptakan alat ukurnya yang memiliki
validitas dan reliabilitas tinggi. 5) ada dukungan waktu, dan dana yang memadai.
Misalnya
ada masalah pada skor mata pelajaran IPA di SMK. Berdasarkan teori atau
penelitian yang telah ada bahwa metode mengajar tersebut bisa mempengaruhi
hasil belajar siswa. Sedangkan metode mengajar itu sendiri ada bermacam-macam.
Dengan berbekal keterangan-keterangan itu maka seorang peneliti mencoba membuat
perumusan masalah di atas yang berbunyi : Apakah
ada perbedaan skor tes kemampuan IPA siswa Kelas I SMK yang diajar dengan
strategi X dan yang diajar dengan strategi Y ?
2.
Merumuskan hipotesa. Penelitian yang ingin membuktikan adanya perbedaan, atau adanya hubungan satu
variabel dengan variabel lainnya selalu memerlukan hipotesa. Hipotesa ada dua macam yaitu hipotesa tentang
hubungan dan hipotesa tentang perbedaan.
Kalau hipotesa yang dibangun menyatakan tidak ada perbedaan/hubungan, maka
hipotesa tersebut disebut Hipotesa Nol (Ho) atau hipotesa statistik,
karena hipotesa inilah yang diuji secara statistik. Hipotesa nol ini
dipertentangkan dengan Hipotesa alternatif (Ha atau H1), yang merupakan
kebalikan dari hipotesa nol. Bilamana Ho mengatakan tidak ada maka Ha
mengatakan ada.
Pertimbangan
dalam merumuskan hipotesa antara lain:
a.
Hipotesa hendaknya menyatakan pertautan antara dua variabel atau lebih.
b.
Hipotesa hendaknya dinyatakan
dalam kalimat deklaratif atau pernyataan, secara jelas dan padat.
c.
Hipotesa hendaknya dapat diuji kebenarannya.
Dari
contoh perumusan masalah di atas, untuk menyusun hipotesanya, maka seorang
peneliti harus mempelajari teori dan konsep tentang:
à
Berbagai strategi mengajar IPA.
à
Cara mengajar IPA dengan strategi X.
à
Cara mengajar IPA dengan strategi Y.
à
Cara memberi skor tes kemampuan IPA.
Rumusan hipotesa yang bisa diajukan
untuk perumusan masalah di atas adalah;
1)
Ho :ada perbedaan skor tes kemampuan IPA siswa Kelas I SMK yang diajar dengan
strategi X dan yang diajar dengan strategi Y.
2)
Ha :tidak ada perbedaan skor tes kemampuan IPA siswa
Kelas I SMK yang diajar dengan strategi X dan yang diajar dengan strategi Y.
3.
Mengidentifikasi variabel. Variabel penelitian adalah faktor yang apabila
diukur memberikan nilai yang bervariasi. Ada lima jenis variabel yaitu; variabel
bebas, variabel tergantung, variabel moderator,
variabel kontrol dan variabel antara (intervening).
Variabel bebas
(independent)
adalah variabel yang diduga sebagai penyebab timbulnya variabel lain. Variabel
bebas biasanya dimanipulasi, diamati, dan diukur pengaruhnya terhadap variabel
lain. Pada contoh hipotesis di atas, variabel bebasnya adalah strategi mengajar. Variabel yang
dipengruhi oleh variabel bebas disebut variabel tergantung (dependent).
Dalam rumusan hipotesis di atas yang termasuk variabel tergantung adalah skor tes kemampuan IPA siswa SMK. Faktor
lain yang mempengaruhi jalannya penelitian disebut Variabel moderator,
atau disebut juga variabel bebas kedua. Pada hipotesis di atas yang bisa dianggap variabel moderator
misalnya sarana belajar mengajar,
kemampuan dasar siswa, latar belakang siswa, lingkungan belajar siswa, dll.
Variabel kontrol adalah : variabel yang dikontrol oleh
peneliti untuk menetralkan pengaruhnya atau
dihilangkan pengaruhnya terhadap variabel tergantung. Variabel kontrol
biasanya perlakuan terhadap obyek yang diteliti dengan perlakuan yang
berlawanan dengan variabel tergantung. Pada contoh di atas, variabel kontrolnya
berupa siswa kelas I SMK yang pembelajaran IPAnya tidak menggunakan strategi X
maupun strateg Y.
Variabel antara adalah : faktor yang secara teoritik
mempengaruhi hubungan antara variabel bebas dan variabel tergantung. Variabel
ini tidak dapat diamati, dan diukur, namun pengruhnya dapat disimpulkan dari
hubungan yang ada antara variabel bebas dan variabel tergantung.
Identifikasi
variabel ini harus dilakukan dengan cermat dan lengkap agar semua variabel
penelitian yang teridentifikasi dapat diukur secara cermat. Dengan identifikasi
variabel, segala faktor yang mengganggu jalannya penelitian dapat
diketahui dan bilamana mungkin
ditiadakan pengaruhnya.
4.
Merumuskan
definisi operasional variabel. Setiap variabel yang
diidentivikasi harus dibuat definisi operasionalnya, yaitu definisi yang khusus
dipergunakan untuk penelitian yang bersangkutan, bukan definisi buku atau
definisi kamus. Misalnya definisi operasional variabel tergantung pada masalah
di atas yaitu skor tes kemampuan IPA,
bisa dibatasi pada ; skor tes semesteran,
atau skor tes harian, atau skor tes ujian akhir, atau skor kemampuan
pengetahuan (teori) IPA, atau skor kemampuan praktik IPA, dll.
5.
Menetapkan
disain penelitian.
Disain penelitian digunakan untuk menentukan bagaimana latar penelitian diatur
agar diperoleh data yang dibutuhkan untuk menguji hipotesa. Pemilihan disain
harus mengacu pada hipotesa yang akan diuji dan ditetapkan sejak awal penelitian. Pada penelitian
kualitatif sebenarnya tidak membutuhkan disain
penelitian khusus. Sebaliknya penelitian kuantitatif umumnya
berbentuk suatu model dengan perhitungan
statistik dan tes hipotesa.
6.
Menetapkan skala pengukuran yang
digunakan.
Mengukur adalah
membandingkan suatu besaran yang diukur dengan besaran sejenis yang ditetapkan
sebagai satuan. Sedangkan besaran adalah segala sesuatu yang dapat diukur dan
dinyatakan dengan angka-angka. Jika kita hendak melakukan penelitian, maka
harus ditetapkan dulu skala pengukuran yang digunakan untuk mengukur variabel-variabelnya.
Ada empat jenis skala pengukuran ialah: (1) skala nominal, (2) skala ordinal,
(3) skala interval, dan (4) skala rasio.
Skala nominal ialah angka
yang tidak sesungguhnya, melainkan digunakan untuk mewakili nama. Misalnya
binatang apa yang paling kamu sukai? Jawablah angka 1 = kucing, 2 = burung,
dst. Angka-angka ini hanya mewakili saja, tidak dapat ditambah, dikurangi,
dibagi, dan dilipatkan (dikalikan).
Skala ordinal ialah angka
yang menunjukkan derajat suatu kategori atau perbedaan kualitas/ kuantitas yang
tidak dapat diketahui selisihnya. Misalnya, jika anda bertanya kepada
sekelompok orang, apakah anda suka makan bakso? Maka kepada orang yang menjawab
suka sekali, kamu beri skor 5, yang jawabannya hanya suka diberi skor 4, yang
biasa saja diberi skor 3, yang kurang suka diberi skor 2, dan yang tidak suka
diberi skor 1. Angka-angka ini dinamakan skala ordinal.
Skala interval ialah angka-angka untuk mengukur jarak selisih Dalam skala
interval usia
antara angka 4 dan 5 akan sama dengan selisih usia antara angka 61
dan 60, yaitu 1.
Skala rasio adalah angka-angka yang menunjukkan nilai yang sebenarnya. Berapa
banyak ayam peliharaanmu? Dua, tiga, empat, dan sebagainya. Angka-angka itu
sesuai dengan barangnya yang dapat dihitung secara visual. Ini dapat ditambah
dan dikurangi atau dibagi dan dilipatkan. Nilai skala rasio adalah yang lebih
akurat dan lebih tinggi dari pada yang lain mengenai penggunaannya.
7.
Menetapkan populasi (jika ada), dan
sampelnya.
Populasi yaitu kelompok yang menjadi sasaran penelitian, yaitu sejumlah
subyek yang banyaknya dapat atau tidak dapat diketahui. Misalnya bangsa
Indonesia secara total; para pembeli pada suatu toko; unggas di Jawa Tengah
adalah contoh-contoh populasi.
Sampel adalah bagian
atau wakil dari populasi yang diteliti. Misalnya suku Jawa adalah sampel dari populasi seluruh suku
bangsa Indonesia. Burung puyuh adalah sampel dari populasi unggas di Jawa
Tengah, dst.
8. Menetapkan instrumen pengukur variabel/ data
Instrumen adalah alat untuk mengumpulkan data.
Pencatatan data pada instrumen dapat dikerjakan sendiri oleh peneliti atau
orang lain yang bukan subyek yang diteliti. Ada banyak alat ukur yang dapat
dipergunakan dalam suatu penelitian,mulai dari alat ukur yang umum dipakai
sampai alat ukur yang dibuat khusus untuk penelitian tadi. Beberapa alat ukur
yang sering dipakai misalnya timbangan, alat ukur panjang, termometer,
alat-alat laboratorium, dll.
Adapun metode dalam pengumpulan data dapat
dikelompokkan dalam beberapa metode:
a. Metode
observasi, peneliti atau orang yang membantunya mencatat kejadian dengan
menyaksikannya.
b. Metode
documentary-historical, jika peneliti tidak dapat bertemu langsung dengan
partisipan atau peristiwa. Ada beberapa dokumen yang dapat digunakan; misalnya
dokumen publik (mass media, kepustakaan), dokumen privacy (agenda harian, surat
wasiat).
c. Metode
survey, instrumen dapat berupa kuisioner atau wawancara.
d. Metode
eksperimental.
9.
Mengumpulkan
data.
Pengumpulan data merupakan upaya sistematis untuk memperoleh informasi obyek
penelitian dan setting terjadinya.
Pengumpulan data yang tidak sistematik sering menimbulkan kekeliruan dan tidak
dapat menjawab masalah penelitian dengan
seksama. Dikenalbanyak cara mengumpulkan data khususnya pada penelitian
kuantitatif, termasuk menentukan jumlah sampel penelitian. Untuk itu diharapkan
para siswa membaca bab ersendiri tentang teknik sampling dan analisis data
penelitian.
10. Menganalisa data. Langkah terakhir dari pelaksanaan penelitian sebelum menulis laporan
penelitian adalah menganalisa data yang telah dikumpulkan pada langkah sebelumnya. Analisa data mrplangkah
yang menuntut keahlian statistik. Oleh karena itu tidak jarang seorang peneliti
meminta bantuan ahli statistik untuk menganalisa datanya, meskipun ada software
komputer untuk mengolah data penelitian.
Tugas Individu
Melalui telaah pustaka, buatlah
rangkuman tentang konsep:
1)
Desain penelitian eksperimental.
2)
Desain penelitian deskriptif (survei).
B. Observasi
Observasi atau pengamatan bertujuan untuk mendapatkan informasi atau
pengetahuan dari suatu obyek atau peristiwa. Pengamatan dapat dilakukan dengan
panca indera atau ditambah dengan alat bantu, misalnya mikroskup, teropong.
Berikut adalah contoh yang menjelaskan pentingnya langkah pengamatan pada suatu
kerja ilmiah.
Sebuah harian di Jawa Tengah, tertanggal 23
Januari 2007, memberitakan penyakit demam berdarah di daerah Pekalongan telah
merenggut nyawa 2 anak adam, Dwi puji Astuti (2) warga Bojong Lor, Kec. Bojong
dan Gemafalah (11 bulan), warga Karanganyar,kec. Tirto. Mendengar berita ini
kita mungkin berpikir perlu diadakan penyemrotan untuk memangkas siklus hidup
nyamuk aides agepti h di kedua desa/ sekitar rumah korban. Tunggu dulu,tidak
sesederhana itu. instansi yang berwenang perlu mengobsevasi terlebih dulu di
sekitar rumah korban bagaimana kasus itu sebenarnya. Misalnya dapat saja korban
terkena gigitan nyamuk waktu mengunjungi daerah lain. Misalnya petugas perlu
memeriksa pula warga di sekitar rumah korban dalam radius tertertu, melakukan
uji jintik. Jika terdapat indikator-indikator
tertentu barulah petugas dapat mengatakan statusnya.
Pengamatan dapat dilakukan secara kualitatif saja, yaitu
menggunakan panca indera tanpa melakukan pengukuran obyek yang diamati atau
secara kuantiatif dengan melakukan pengukuran-pengukuran aspek yang diteliti.
Hasil observasi kemudian dapat dituangkan dalam bentuk tabel, bagan, gambar
maupun diagram.
Untuk lebih memahami tentang observasi lakukanlah kegiatan -
kegiatan berikut :
Kegiatan 1.1. dan kegiatan 1.2.
Kegiatan 1.1
Menguraikan Ciri-Ciri Suatu Obyek
I. Tujuan : siswa
dapat mendiskripsikan ciri-ciri tanaman jarak pagar dengan jelas dan benar
II. Pendahuluan
Akhir-akhir ini
ramai diwacanakan minyak jarak, yang dihasilkan oleh tanaman jarak pagar,
sebagai energi alternatif untuk minyak bumi. Tanaman ini mudah kita temui di
sekitar kita. Sebaiknya kita mengetahui tanaman ini, tidak hanya sekedar pernah
mendengar namanya.
III. Alat dan bahan
- tanaman jarak
- kertas
- penggaris
- pena
IV.Cara Kerja
1. Pergilah ke kebunmu atau kebun tetanggamu yang memiliki tanaman
jarak pagar
2. Mintalah mereka untuk menunjukkan pohon tersebut
3. Amatilah tanaman itu-baik-baik,
catatlah hasilnya dalam tabel hasil pengamatan berikut :
Tabel Hasil Observasi
|
Bagian Tumbuhan
|
Deskripsi hasil observasi
|
|
Daun
|
|
|
Batang
|
|
|
Akar
|
|
|
Cara berkembang biak
|
|
Kegiatan 1.2.
Mengenal Unggas Di Rukun Tetangga (Rt)-Ku
I. Tujuan : siswa
dapat mendiskripsikan cara warga memelihara unggas dalam bentuk diagram
II. Pendahuluan
Virus flu
burung yang menyerang unggas kini dapat menular kepada manusia. Cara
pemeliharaan yang baik mungkin dapat mencegah bahaya virus ini menular kepada
manusia. Daerahmu mungkin tidak terserang virus berbahaya tersebut namun
sebagai bentuk kepedulianmu terhadap sesama, mulailah dari hal yang sederhana,
kamu mendiskripsikan bagaimana warga RT-mu melihara unggas.
III. Alat dan bahan
- kertas
- penggaris
- pena
IV.Cara Kerja
1. Pergilah ke rumah setiap warga di RT-mu.
2. Mintalah ijin untuk keperluan penelitianmu.
3. catatlah hasil pengamatanmu dalam tabel hasil pengamatan berikut :
|
Nama warga (Kode)
|
Jenis unggas
|
Jumlah
|
Cara Pemeliharan (dikandang/ tidak)
|
Jarak tempat unggas ke rumah
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
4. Buatlah suatu digram Pie yang menggambarkan jumlah unggas yang
dimiliki warga
5. Buatlah diagram pie pula untuk jenis jenis unggas berdasarkan
jumlah unggas dan jaraknya tempat pemeliharaannya dari rumah misalnya di dalam
rumah, di luar namun menyatu dengan rumah, jauh dan tersendiri.
|
Tugas Kelompok
Berdasarkan kegiatan pada
bab sebelumnya:
- Pilih salah satu di antara masalah-masalah yang berhasil kamu inventarisir untuk diangkat menjadi masalah kelompok.
- Kumpulkan informasi atau keterangan sebanyak-banyaknya, yang berkaitan dengan masalah terebut dengan cara studi pustaka dan observasi bila perlu.
- Langkah selanjutnya di Tugas Kelompok bab berikutnya.
C.
Daftar Istilah Penting
Masalah : adalah kesulitan yang dihadapi yang
memerlukan penyelesaian atau pemecahan.
Observasi :pengamatan yang bertujuan
untuk mendapatkan informasi atau pengetahuan dari suatu obyek atau peristiwa.
Populasi : yaitu kelompok yang menjadi sasaran penelitian,
Sampel : adalah bagian atau wakil dari populasi yang diteliti.
Variabel antara : adalah faktor yang secara teoritik mempengaruhi
hubungan antara variabel bebas dan variabel tergantung
Variabel bebas
(independent)
:adalah variabel yang diduga sebagai penyebab timbulnya variabel lain.
Variabel kontrol : adalah
variabel yang dikontrol oleh peneliti untuk menetralkan pengaruhnya
atau dihilangkan pengaruhnya terhadap
variabel tergantung.
Variabel tergantung : adalah variabel yang dipengruhi oleh
variabel bebas.
D.
Daftar Pustaka
_____________, 2007,Segera
Kompetisikan Minyak Nabati. Semarang: Suara Merdeka
Ircham Machfoeds dkk, 2005,
Metodologi Penelitian, Yogyakarta :
Fitramaya.
Sandjaja B., Heriyanto A.,
2006, Panduan Penelitian,Jakarta :
Prestasi Pustaka Publisher.
Sigit, Soehardi. 2003. Pengantar Metodologi Penelitian sosial -
bisnis – manajemen. Yogyakarta: BPFE
Universita Sarjanawiyata Tamansiswa
E. Uji Kompetensi
I. Pilih satu jawaban yang benar dengan cara melingkari abjad pilihan
jawaban!
1. Pengertian masalah adalah …
a. Peristiwa yang terjadi
pada suatu waktu di suatu tempat
b. Problem yang dihadapi
yang memerlukan penyelesaian
c. Kaitan hal-hal yang
merupakan sebab akibat
d. Penyebab terjadinya
suatu peristiwa.
e. kumpulan berbagai
peristiwa yang sejenis.
2. Pernyataan berikut yang merupakan rumusan masalah adalah ..
a. Terjadi banjir besar
yang menggenagi 60% wilayah DKI
b. Apakah pembangunan bajir
kanal dapat mengurangi bahaya banjir diJakarta?
c. Setelah 5 hari di genagi
banjir, banyak warga menderita diare dan gatal-gatal
d. Banyak warga yang tidak
mau pindah dari bantaran kali meskipun telah sering terjadi banjir.
e. Daerah aliran sungai
lancar menimbulkan banjir
3. Manfaat yang dapat diambil dari kegiatan observasi
a. Mendapatkan gambaran
yang lebih jelas tentang subyek/obyek penelitian.
b. Mendapatkan kesenangan
saat mengamati subyek/ obyek penelitian
c. Dapat melepaskan penat
d. Tidak selalu di dapan
meja kerja/ laboratorium.
e. belajar sambil
bertamasya
4. Budi pergi ke kebun dan banyak bertanya tentang perbedaan salak
jantan dan betina. Budi mengambar bentuk bungga masing-masing serta mencoba
menghitung jumlah bunga setiap batangnya. Kegiatan observasi budi merupakan
bentuk observasi:
a. kualitatif
b. kuantitatif
c. kualitatif dan
kuantitatif
d. preventif.
e. kuratif.
5. Aku tinggal di sebuah kota kecil yang terletak di suatu dataran
tinggi. Namun dua tahun belakangan ini pada musim penghujan sering terjadi
banjir. Rumusan masalah yang mungkin untuk kasus yang dialami kotaku adalah …
a. Mungkinkah di daerah
dataran tinggi terjadi banjir?
b. Apakah tidak mungkin di
daerah dataran tinggi terjadi banjir?
c. Apakah pembuangan sampah
sembarangan merupakan penyebab terjadinya banjir di kotaku?
d. Sering terjadi banjir di kotaku pada musim-musim penghujan dalam dua
tahun terakhir.
e. Hujan menimbulkan banjir
II. Jawablah dengan singkat, jelas dan benar pertanyaan-pertanyaan
berikut ini !
1. Apakah perbedaan antara fenomena dengan masalah ? Jelaskan !
2. Jelaskan perbedaan
hipotesa nol dan hipotesa alternatif !
3. Apakah yang dimaksud dengan variabel bebas dan variabel
tergantung? Berkan contohnya !
4. Apakah yang dimaksdu dengan skala nominal dan skala ordinal ?
5. Apakah perbedaan antara instrumen dan alat ukur ? Jelaskan !
Kunci Jawaban:
- b
- b
- a
- c
- c
Tidak ada komentar:
Posting Komentar