Selasa, 08 September 2015

BAB II : LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN ( IPA KELAS X )



BAB II.  LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN ILMIAH

Durasi : 8 x 45 menit
Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti pembelajaran ini diharapkan siswa dapat :
-          Menjelaskan langkah-langkah penelitian ilmiah dengan benar.
-          Merumuskan masalah dengan baik dan benar dari gejala-gejala alam biotik di lingkungan sekitar tempat tinggalnya.
-          Cermat dalam melihat gejala alam,  dapat melakukan observasi guna  melihat lebih jauh suatu fakta yang sedang terjadi.
-          Dapat menyampaikan hasil observasi melaului laporan tertulis dan presentasi.

A. Jenis dan Langkah Penelitian Ilmiah
Secara garis besar ada dua macam penelitian yaitu penelitian kualitatif dan penelitian kuantitatif. Penelitian kualitatif memiliki tujuan mengumpulkan data deskriptif, yang  mendeskripsikan obyek penelitian secara rinci dan mendalam. Penelitian kuantitatif pada dasarnya bertujuan untuk menguji hipotesa atau hubungan antar variabel penelitian.
Misalnya seorang pemilik hotel ingin meningkatkan tingkat huniannya, maka dimintalah seorang peneliti untuk mengungkapkan apa yang harus dilakukan.  Si peneliti memulai penelitiannya dengan terlebih dahulu mencari informasi mengenai bagaimana citra hotel tersebut dikalangan masyarakat. Karena itu dilakukan penjajagan untuk mengetahui apa sebenarnya yang ada dibenak masyarakat tentang hotel tersebut. Yaitu meliputi pikiran, perasaan, dan keinginan yang menimbulkan perilaku untuk berhubungan dengan hotel, yang harus diketahui secara mendalam. Upaya eksplorasi mendalam ini dilaksanakan dalam penelitian kualitatif.
Setelah citra masyarakat akan hotel bisa diungkap, maka data deskripsi yang diperoleh dapat dipergunakan untuk meneliti secara kuantitatif. Misalnya data kualitatif yang terkumpul diketahui bahwa masyarakat suka menggunakan fasilitas hotel karena tarif murah, tetapi fasilitas umumnya kurang lengkap. Dari hasil penelitian ini disusun suatu penelitian kuantitatif untuk mengetahui misalnya: a) berapa persen masyarakat yang suka menggunakan falisitas umum di hotel itu. b) berapa persen yang menggunakan kamar, c) bagaimana tingkat kepuasan masing-masing kelompok pengguna fasilitas tersebut, d) Saat kapan masyarakat paling banyak mengunakan fasilitas hotel, dll. Semua pertanyaan tadi hanya dapat dijawab melalui penelitian kuantitatif.
Urutan langkah penelitian ilmiah pada prinsipnya sama dengan  langkah-langkah metode ilmiah, tetapi lebih rinci dan lebih operasional. Berikut ini dijelaskan langkah demi langkah dalam penelitian ilmiah.
1.     Menetapkan masalah dan mengkaji teori. 
Tahap pertama dalam metode ilmiah adalah merumuskan masalah. Masalah adalah kesulitan yang dihadapi yang memerlukan penyelesaian atau pemecahan. Fenomena berbeda dengan masalah. Rumah terbakar bukan masalah, melainkan fenomena, yang menjadi masalah adalah bagaimana memadamkannya .
Sumber masalah dapat berasal dari hal yang ditemui sehari-hari, hasil perenungan maupun dari literatur yang pernah dipelajari bersumber dari bahan bacaan; seminar, diskusi atau pertemuan ilmiah lainnya; pernyataan pemegang otoritas; pengamatan selintas; pengalaman pribadi; perasaan intuitif.  Masalah tersebut kemudian dirumuskan dalam bentuk kalimat tanya, padat dan jelas untuk mempertajam pokok permasalahannya. Langkah ini akan mempermudah upaya untuk menemukan teori atau konsep yang mendasarinya dari kepustakaan atau sumber lainnya. Sumber pustaka dapat berupa buku dengan pertimbangan relevansi dan kemutakhiran; atau berupa laporan hasil penelitian dengan mempertimbangkan relevansi, kemutakiran dan bobot.
Tidak semua masalah yang ditemukan dengan langkah-langkah di atas merupakan masalah yang layak diteliti. Ada beberapa syarat agar masalah menjadi layak untuk diteliti. 1) Masalah tadi memiliki signifikansi yang tinggi baik secara teoritis maupun praktis. 2) masalah yang akan diteliti seharusnya memiliki keunikan dan keaslian tersendiri, belum pernah diteliti dan akan merupakan hal yang baru bila diteliti. 3) Memiliki data dasar atau tersedia sumber data dasarnya (misalnya data di BPS, kelurahan, sekolah,atau institusi terkait lainnya). 4) ada alat ukurnya atau bisa diciptakan alat ukurnya yang memiliki validitas dan reliabilitas tinggi. 5) ada dukungan  waktu, dan dana  yang memadai.
Misalnya ada masalah pada skor mata pelajaran IPA di SMK. Berdasarkan teori atau penelitian yang telah ada bahwa metode mengajar tersebut bisa mempengaruhi hasil belajar siswa. Sedangkan metode mengajar itu sendiri ada bermacam-macam. Dengan berbekal keterangan-keterangan itu maka seorang peneliti mencoba membuat perumusan masalah di atas yang berbunyi : Apakah ada perbedaan skor tes kemampuan IPA siswa Kelas I SMK yang diajar dengan strategi X dan yang diajar dengan strategi Y ?
2.     Merumuskan hipotesa. Penelitian yang ingin membuktikan  adanya perbedaan, atau adanya hubungan satu variabel dengan variabel lainnya selalu memerlukan hipotesa.  Hipotesa ada dua macam yaitu hipotesa tentang hubungan dan hipotesa tentang perbedaan.  Kalau hipotesa yang dibangun menyatakan  tidak ada perbedaan/hubungan, maka hipotesa tersebut disebut Hipotesa Nol (Ho) atau hipotesa statistik, karena hipotesa inilah yang diuji secara statistik. Hipotesa nol ini dipertentangkan dengan Hipotesa alternatif (Ha atau H1), yang merupakan kebalikan dari hipotesa nol. Bilamana Ho mengatakan tidak ada maka Ha mengatakan ada. 
Pertimbangan dalam merumuskan hipotesa antara lain:
a.     Hipotesa hendaknya menyatakan pertautan antara dua variabel atau lebih.
b.     Hipotesa hendaknya dinyatakan  dalam kalimat deklaratif atau pernyataan, secara jelas dan padat.
c.     Hipotesa hendaknya dapat diuji kebenarannya.
Dari contoh perumusan masalah di atas, untuk menyusun hipotesanya, maka seorang peneliti harus mempelajari teori dan konsep tentang:
à         Berbagai strategi mengajar IPA.
à         Cara mengajar IPA dengan strategi X.
à         Cara mengajar IPA dengan strategi Y.
à         Cara memberi skor tes kemampuan IPA.
Rumusan hipotesa yang bisa diajukan untuk perumusan masalah di atas adalah; 
1) Ho :ada perbedaan skor tes kemampuan IPA siswa Kelas I SMK yang diajar dengan strategi X dan yang diajar dengan strategi Y.
2) Ha :tidak ada perbedaan skor tes kemampuan IPA siswa Kelas I SMK yang diajar dengan strategi X dan yang diajar dengan strategi Y.
3.     Mengidentifikasi variabel. Variabel penelitian adalah faktor yang apabila diukur memberikan nilai yang bervariasi. Ada lima jenis variabel yaitu; variabel bebas, variabel tergantung, variabel moderator,  variabel kontrol dan variabel antara (intervening).
Variabel bebas (independent) adalah variabel yang diduga sebagai penyebab timbulnya variabel lain. Variabel bebas biasanya dimanipulasi, diamati, dan diukur pengaruhnya terhadap variabel lain. Pada contoh hipotesis di atas, variabel bebasnya adalah strategi mengajar. Variabel yang dipengruhi oleh variabel bebas disebut variabel tergantung (dependent). Dalam rumusan hipotesis di atas yang termasuk variabel tergantung adalah skor tes kemampuan IPA siswa SMK. Faktor lain yang mempengaruhi jalannya penelitian disebut Variabel moderator, atau disebut juga variabel bebas kedua. Pada hipotesis di atas  yang bisa dianggap variabel moderator misalnya sarana belajar mengajar, kemampuan dasar siswa, latar belakang siswa, lingkungan belajar siswa,  dll.
Variabel kontrol adalah : variabel yang dikontrol oleh peneliti untuk menetralkan pengaruhnya atau  dihilangkan pengaruhnya terhadap variabel tergantung. Variabel kontrol biasanya perlakuan terhadap obyek yang diteliti dengan perlakuan yang berlawanan dengan variabel tergantung. Pada contoh di atas, variabel kontrolnya berupa siswa kelas I SMK yang pembelajaran IPAnya tidak menggunakan strategi X maupun strateg Y.
Variabel antara adalah : faktor yang secara teoritik mempengaruhi hubungan antara variabel bebas dan variabel tergantung. Variabel ini tidak dapat diamati, dan diukur, namun pengruhnya dapat disimpulkan dari hubungan yang ada antara variabel bebas dan variabel tergantung.
Identifikasi variabel ini harus dilakukan dengan cermat dan lengkap agar semua variabel penelitian yang teridentifikasi dapat diukur secara cermat. Dengan identifikasi variabel, segala faktor yang mengganggu jalannya penelitian dapat diketahui  dan bilamana mungkin ditiadakan pengaruhnya.
4.     Merumuskan definisi operasional variabel.  Setiap variabel yang diidentivikasi harus dibuat definisi operasionalnya, yaitu definisi yang khusus dipergunakan untuk penelitian yang bersangkutan, bukan definisi buku atau definisi kamus. Misalnya definisi operasional variabel tergantung pada masalah di atas yaitu skor tes kemampuan IPA, bisa dibatasi pada ; skor tes semesteran, atau skor tes harian, atau skor tes ujian akhir, atau skor kemampuan pengetahuan (teori) IPA, atau skor kemampuan praktik IPA, dll.  
5.     Menetapkan disain penelitian. Disain penelitian digunakan untuk menentukan bagaimana latar penelitian diatur agar diperoleh data yang dibutuhkan untuk menguji hipotesa. Pemilihan disain harus mengacu pada hipotesa yang akan diuji dan ditetapkan  sejak awal penelitian. Pada penelitian kualitatif sebenarnya tidak membutuhkan disain  penelitian khusus. Sebaliknya penelitian kuantitatif umumnya berbentuk  suatu model dengan perhitungan statistik dan tes hipotesa.
6.     Menetapkan skala pengukuran yang digunakan.
Mengukur adalah membandingkan suatu besaran yang diukur dengan besaran sejenis yang ditetapkan sebagai satuan. Sedangkan besaran adalah segala sesuatu yang dapat diukur dan dinyatakan dengan angka-angka. Jika kita hendak melakukan penelitian, maka harus ditetapkan dulu skala pengukuran yang digunakan untuk mengukur variabel-variabelnya. Ada empat jenis skala pengukuran ialah: (1) skala nomi­nal, (2) skala ordinal, (3) skala interval, dan (4) skala rasio.
Skala nominal ialah angka yang tidak sesungguhnya, melainkan digunakan untuk mewakili nama. Misalnya binatang apa yang paling kamu sukai? Jawablah angka 1 = kucing, 2 = burung, dst. Angka-angka ini hanya mewakili saja, tidak dapat ditambah, dikurangi, dibagi, dan dilipatkan (dikalikan).
Skala ordinal ialah angka yang menunjukkan derajat suatu kategori atau perbedaan kualitas/ kuantitas yang tidak dapat diketahui selisihnya. Misalnya, jika anda bertanya kepada sekelompok orang, apakah anda suka makan bakso? Maka kepada orang yang menjawab suka sekali, kamu beri skor 5, yang jawabannya hanya suka diberi skor 4, yang biasa saja diberi skor 3, yang kurang suka diberi skor 2, dan yang tidak suka diberi skor 1. Angka-angka ini dinamakan skala ordinal.
Skala interval ialah angka-angka untuk mengukur jarak selisih Dalam skala interval usia
antara angka 4 dan 5 akan sama dengan selisih usia antara angka 61 dan 60, yaitu 1.
Skala rasio adalah angka-angka yang menunjukkan nilai yang sebenarnya. Berapa banyak ayam peliharaanmu? Dua, tiga, empat, dan sebagainya. Angka-angka itu sesuai dengan barangnya yang dapat dihitung secara visual. Ini dapat ditambah dan dikurangi atau dibagi dan dilipatkan. Nilai skala rasio adalah yang lebih akurat dan lebih tinggi dari pada yang lain mengenai penggunaannya.
7.     Menetapkan populasi (jika ada), dan sampelnya.
Populasi yaitu kelompok yang menjadi sasaran penelitian, yaitu sejumlah subyek yang banyaknya dapat atau tidak dapat diketahui. Misalnya bangsa Indonesia secara total; para pembeli pada suatu toko; unggas di Jawa Tengah adalah contoh-contoh populasi.
Sampel adalah bagian atau wakil dari populasi yang diteliti. Misalnya suku  Jawa adalah sampel dari populasi seluruh suku bangsa Indonesia. Burung puyuh adalah sampel dari populasi unggas di Jawa Tengah, dst.

8.    Menetapkan instrumen pengukur variabel/ data
Instrumen adalah alat untuk mengumpulkan data. Pencatatan data pada instrumen dapat dikerjakan sendiri oleh peneliti atau orang lain yang bukan subyek yang diteliti. Ada banyak alat ukur yang dapat dipergunakan dalam suatu penelitian,mulai dari alat ukur yang umum dipakai sampai alat ukur yang dibuat khusus untuk penelitian tadi. Beberapa alat ukur yang sering dipakai misalnya timbangan, alat ukur panjang, termometer, alat-alat laboratorium, dll.
Adapun metode dalam pengumpulan data dapat dikelompokkan dalam beberapa metode:
a.     Metode observasi, peneliti atau orang yang membantunya mencatat kejadian dengan menyaksikannya.
b.     Metode documentary-historical, jika peneliti tidak dapat bertemu langsung dengan partisipan atau peristiwa. Ada beberapa dokumen yang dapat digunakan; misalnya dokumen publik (mass media, kepustakaan), dokumen privacy (agenda harian, surat wasiat).
c.     Metode survey, instrumen dapat berupa kuisioner atau wawancara.
d.     Metode eksperimental.
9.     Mengumpulkan data. Pengumpulan data merupakan upaya sistematis untuk memperoleh informasi obyek penelitian  dan setting terjadinya. Pengumpulan data yang tidak sistematik sering menimbulkan kekeliruan dan tidak dapat menjawab masalah  penelitian dengan seksama. Dikenalbanyak cara mengumpulkan data khususnya pada penelitian kuantitatif, termasuk menentukan jumlah sampel penelitian. Untuk itu diharapkan para siswa membaca bab ersendiri tentang teknik sampling dan analisis data penelitian.
10.  Menganalisa data. Langkah terakhir dari pelaksanaan penelitian sebelum menulis laporan penelitian adalah menganalisa data yang telah dikumpulkan pada  langkah sebelumnya. Analisa data mrplangkah yang menuntut keahlian statistik. Oleh karena itu tidak jarang seorang peneliti meminta bantuan ahli statistik untuk menganalisa datanya, meskipun ada software komputer untuk mengolah data penelitian.

Tugas Individu
Melalui telaah pustaka, buatlah rangkuman tentang  konsep:
1)    Desain penelitian eksperimental.
2)    Desain penelitian deskriptif (survei).

Text Box: Problem Solving:
Diantara pernyataan atau pertanyaan berikut ini yang merupakan masalah adalah:
1. Sekitar 2500 ekor burung puyuh milik Purwanto, warga Klaten, dimusnahkan karena positif terkena virus Avian Influenza (AI).
2. Upaya apa saja yang perlu diusahakan untuk membatasi penyebaran Virus AI (flu burung) ?
3. Jumlah penderita demam berdarah yang dirawat di PKU Muhammadiyah Kajen terus meningkat, lima hari lalu jumlah penderita 38 orang, kini mencapai 45 orang.

Petunjuk
Untuk menyelesaikan kasus di atas kita harus kembali ke definisi, yaitu masalah adalah kesulitan yang dihadapi yang memerlukan penyelesaian atau pemecahan, bukan fenomena. Dalam pernyataan di atas, pernyataan 1 dan 3 adalah fenomena, sedangkan yang merupakan rumusan masalah adalah pernyataan/ pertanyaan 2. 
 














B. Observasi
Observasi atau pengamatan bertujuan untuk mendapatkan informasi atau pengetahuan dari suatu obyek atau peristiwa. Pengamatan dapat dilakukan dengan panca indera atau ditambah dengan alat bantu, misalnya mikroskup, teropong. Berikut adalah contoh yang menjelaskan pentingnya langkah pengamatan pada suatu kerja ilmiah.
Sebuah harian di Jawa Tengah, tertanggal 23 Januari 2007, memberitakan penyakit demam berdarah di daerah Pekalongan telah merenggut nyawa 2 anak adam, Dwi puji Astuti (2) warga Bojong Lor, Kec. Bojong dan Gemafalah (11 bulan), warga Karanganyar,kec. Tirto. Mendengar berita ini kita mungkin berpikir perlu diadakan penyemrotan untuk memangkas siklus hidup nyamuk aides agepti h di kedua desa/ sekitar rumah korban. Tunggu dulu,tidak sesederhana itu. instansi yang berwenang perlu mengobsevasi terlebih dulu di sekitar rumah korban bagaimana kasus itu sebenarnya. Misalnya dapat saja korban terkena gigitan nyamuk waktu mengunjungi daerah lain. Misalnya petugas perlu memeriksa pula warga di sekitar rumah korban dalam radius tertertu, melakukan uji jintik. Jika terdapat indikator-indikator tertentu barulah petugas dapat mengatakan statusnya.
Pengamatan dapat dilakukan secara kualitatif saja, yaitu menggunakan panca indera tanpa melakukan pengukuran obyek yang diamati atau secara kuantiatif dengan melakukan pengukuran-pengukuran aspek yang diteliti. Hasil observasi kemudian dapat dituangkan dalam bentuk tabel, bagan, gambar maupun diagram.
Untuk lebih memahami tentang observasi lakukanlah kegiatan - kegiatan berikut :
Kegiatan 1.1. dan kegiatan 1.2.

Kegiatan 1.1
Menguraikan Ciri-Ciri Suatu Obyek

I. Tujuan       :     siswa dapat mendiskripsikan ciri-ciri tanaman jarak pagar dengan jelas dan benar
II. Pendahuluan
Akhir-akhir ini ramai diwacanakan minyak jarak, yang dihasilkan oleh tanaman jarak pagar, sebagai energi alternatif untuk minyak bumi. Tanaman ini mudah kita temui di sekitar kita. Sebaiknya kita mengetahui tanaman ini, tidak hanya sekedar pernah mendengar namanya.
III. Alat dan bahan
-       tanaman jarak
-       kertas
-       penggaris
-       pena

IV.Cara Kerja
1.     Pergilah ke kebunmu atau kebun tetanggamu yang memiliki tanaman jarak pagar
2.     Mintalah mereka untuk menunjukkan pohon tersebut
3.     Amatilah tanaman itu-baik-baik,  catatlah hasilnya dalam tabel hasil pengamatan berikut :

Tabel Hasil Observasi
Bagian Tumbuhan
Deskripsi hasil observasi
Daun

Batang

Akar

Cara berkembang biak



Kegiatan 1.2.
Mengenal Unggas Di Rukun Tetangga (Rt)-Ku

I. Tujuan       :     siswa dapat mendiskripsikan cara warga memelihara unggas dalam bentuk diagram
II. Pendahuluan
Virus flu burung yang menyerang unggas kini dapat menular kepada manusia. Cara pemeliharaan yang baik mungkin dapat mencegah bahaya virus ini menular kepada manusia. Daerahmu mungkin tidak terserang virus berbahaya tersebut namun sebagai bentuk kepedulianmu terhadap sesama, mulailah dari hal yang sederhana, kamu mendiskripsikan bagaimana warga RT-mu melihara unggas.
III. Alat dan bahan
-       kertas
-       penggaris
-       pena
IV.Cara Kerja
1.     Pergilah ke rumah setiap warga di RT-mu.
2.     Mintalah ijin untuk keperluan penelitianmu.
3.     catatlah hasil pengamatanmu dalam tabel hasil pengamatan berikut :
Nama warga (Kode)
Jenis unggas
Jumlah
Cara Pemeliharan (dikandang/ tidak)
Jarak tempat unggas ke rumah



















































4.     Buatlah suatu digram Pie yang menggambarkan jumlah unggas yang dimiliki warga
5.     Buatlah diagram pie pula untuk jenis jenis unggas berdasarkan jumlah unggas dan jaraknya tempat pemeliharaannya dari rumah misalnya di dalam rumah, di luar namun menyatu dengan rumah, jauh dan tersendiri.

Sebaiknya Anda Tahu

Kiat sederhana untuk melakukan kajian kepustakaan
1)    Kumpulkan kepustakaan yg diperkirakan ada hubungannya atau relevandengan masalah penelitian.
2)    Periksa sumber pendahuluan atau abstrak dari karangan tadi.
3)    Mulailah membaca dengan cermat dan kritis untuk penalaran.
4)    Membuat catatan yang diperlukan.
5)    Sediakan kartu pos atau kertas tebal sebesar kartu pos untuk mencatat hal-hal penting yang dibaca dari kepustakaan terpilih.
6)    Tuliskan pada kertas tadi judul karangan, nama pengarang,volume,nomor halaman dan kata kunci karangan tersebut. KEgiatan ini akan mempermudah upaya penulisan Daftar KEpustakaan di Laporan  Penelitian.
7)    Catatlah hal-hal yang relevan.
8)    Melalui penalaran deduktif dan induktif  biasanya akan ditemukan jawaban sementara atau hipotesa dari masalah penelitian.
 
 














Tugas Kelompok
Berdasarkan  kegiatan pada bab sebelumnya:
  1. Pilih salah satu di antara masalah-masalah yang  berhasil kamu inventarisir untuk diangkat menjadi masalah kelompok.
  2. Kumpulkan informasi atau keterangan sebanyak-banyaknya, yang berkaitan dengan masalah terebut dengan cara studi pustaka dan observasi bila perlu.
  3. Langkah selanjutnya di Tugas Kelompok bab berikutnya.

C. Daftar Istilah Penting
Masalah       : adalah kesulitan yang dihadapi yang memerlukan penyelesaian atau pemecahan.
Observasi     :pengamatan yang bertujuan untuk mendapatkan informasi atau pengetahuan dari suatu obyek atau peristiwa.
Populasi       : yaitu kelompok yang menjadi sasaran penelitian,
Sampel         : adalah bagian atau wakil dari populasi yang diteliti.
Variabel antara : adalah  faktor yang secara teoritik mempengaruhi hubungan antara variabel bebas dan variabel tergantung
Variabel bebas (independent) :adalah variabel yang diduga sebagai penyebab timbulnya variabel lain.
Variabel kontrol    : adalah  variabel yang dikontrol oleh peneliti untuk menetralkan pengaruhnya atau  dihilangkan pengaruhnya terhadap variabel tergantung.
Variabel tergantung : adalah variabel yang dipengruhi oleh variabel bebas.

D. Daftar Pustaka
_____________, 2007,Segera Kompetisikan Minyak Nabati. Semarang: Suara Merdeka
Ircham Machfoeds dkk, 2005, Metodologi Penelitian, Yogyakarta : Fitramaya.
Sandjaja B., Heriyanto A., 2006, Panduan Penelitian,Jakarta : Prestasi Pustaka Publisher.
Sigit, Soehardi. 2003. Pengantar Metodologi Penelitian sosial - bisnis – manajemen. Yogyakarta:  BPFE Universita Sarjanawiyata Tamansiswa

E. Uji Kompetensi
I. Pilih satu jawaban yang benar dengan cara melingkari abjad  pilihan  jawaban!
1.   Pengertian masalah adalah …
a. Peristiwa yang terjadi pada suatu waktu di suatu tempat
b. Problem yang dihadapi yang memerlukan penyelesaian
c. Kaitan hal-hal yang merupakan sebab akibat
d. Penyebab terjadinya suatu peristiwa.
e. kumpulan berbagai peristiwa yang sejenis.
2.   Pernyataan berikut yang merupakan rumusan masalah adalah ..
a. Terjadi banjir besar yang menggenagi 60% wilayah DKI
b. Apakah pembangunan bajir kanal dapat mengurangi bahaya banjir diJakarta?
c. Setelah 5 hari di genagi banjir, banyak warga menderita diare dan gatal-gatal
d. Banyak warga yang tidak mau pindah dari bantaran kali meskipun telah sering terjadi banjir.
e. Daerah aliran sungai lancar menimbulkan banjir
3.   Manfaat yang dapat diambil dari kegiatan observasi
a. Mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang subyek/obyek penelitian.
b. Mendapatkan kesenangan saat mengamati subyek/ obyek penelitian
c. Dapat melepaskan penat
d. Tidak selalu di dapan meja kerja/ laboratorium.
e. belajar sambil bertamasya
4.   Budi pergi ke kebun dan banyak bertanya tentang perbedaan salak jantan dan betina. Budi mengambar bentuk bungga masing-masing serta mencoba menghitung jumlah bunga setiap batangnya. Kegiatan observasi budi merupakan bentuk observasi:
a. kualitatif                               
b. kuantitatif
c. kualitatif dan kuantitatif
d. preventif.
e.  kuratif.
5.   Aku tinggal di sebuah kota kecil yang terletak di suatu dataran tinggi. Namun dua tahun belakangan ini pada musim penghujan sering terjadi banjir. Rumusan masalah yang mungkin untuk kasus yang dialami kotaku adalah …
a. Mungkinkah di daerah dataran tinggi terjadi banjir?
b. Apakah tidak mungkin di daerah dataran tinggi terjadi banjir?
c. Apakah pembuangan sampah sembarangan merupakan penyebab terjadinya banjir di kotaku?
d. Sering terjadi banjir di kotaku pada musim-musim penghujan dalam dua tahun terakhir.
e. Hujan menimbulkan banjir

II. Jawablah dengan singkat, jelas dan benar pertanyaan-pertanyaan berikut ini !
1. Apakah perbedaan antara fenomena dengan masalah ? Jelaskan !
2.  Jelaskan perbedaan hipotesa nol dan hipotesa alternatif !
3. Apakah yang dimaksud dengan variabel bebas dan variabel tergantung? Berkan contohnya !
4. Apakah yang dimaksdu dengan skala nominal dan skala ordinal ?
5. Apakah perbedaan antara instrumen dan alat ukur ? Jelaskan !

Kunci Jawaban:
  1. b
  2. b
  3. a
  4. c
  5. c

Tidak ada komentar:

Posting Komentar