Minggu, 02 Agustus 2015

Modul IPA kelas X SMK Pius X Tahun Ajaran 2015-2016



BAB I. METODE ILMIAH

Durasi : 4 x 45 menit
Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti pembelajaran ini diharapkan siswa dapat :
-       Memahami definisi dan langkah-langkah metode ilmiah.
-       Mempergunakan metode ilmiah untuk memecahkan masalah-masalah di lingkungan tempat ia tinggal.

A. Pengetahuan dan  Ilmu Pengetahuan. 
Pengetahuan (knowledge) adalah sesuatu yang diketahui langsung dari pengalaman, berdasarkan serapan panca indera, dan diolah  oleh akal budi secara spontan. Dapat juga dikatakan bahwa pengetahuan adalah segala sesuatu yang dilihat, didengar, dikecap, dicium, diraba dan hadir dalam kesadaran kita. Jadi pengetahuan bersifat spontan, subyektif dan intuitif. Kemampuan ini merupakan milik setiap manusia sejak lahir.
Pengetahuan senantiasa mengandaikan adanya  subyek yang mengetahui, dan obyek yang diketahui hal ikhwalnya. Selain itu pengetahuan juga berkait erat dengan kebenaran, yaitu kesesuaian  antara  pengetahuan yang ada pada subyek dan realitas yang ada pada obyek. Karena itu bila  terjadi ketidaksesuaian antara apa yang diketahui  dengan realitas obyeknya, maka dikatakan terjadi kekeliruan. Coba berikan contoh sesuatu yang kamu alami yang termasuk kategori pengetahuan dan yang bukan pengetahuan!
Pengetahuan dapat dibedakan menjadi pengetahuan  non-ilmiah dan pengetahuan pra ilmiah. Pengetahuan non-ilmiah adalah hasil serapan indera atau instuisi terhadap pengalaman hidup sehari-hari yang tidak perlu dan tidak mungkin diuji kebenarannya sehingga tidak dapat dikembangkan menjadi pengetahuan ilmiah. Misalnya pengetahuan orang tertentu tentang jin atau makhluk halus di tempat tertentu, keampuhan pusaka, manfaat air cucian benda pusaka untuk menyembuhkan penyakit,  dll.
Pengetahuan pra ilmiah adalah hasil serapan indera dan pemikiran rasional yang terbuka terhadap pengujian lebih lanjut dengan menggunakan metode-metode ilmiah. Misalnya pengetahuan orang tentang manfaat rebusan daun jambu biji untuk mengurangi gejala diare.  Pengetahuan ini selanjutnya dapat di teliti dan diuji di laboratorium tentang kandungan daun jambu biji dan kasiatnya tersebut.  Contoh pengetahuan yang kamu  sebutkan diatas  termasuk kategori pengetahuan yang mana ? Jelaskan !
Ilmu (sains) berasal dari Bahasa Latin scientia yang berarti pengetahuan (knowledge), tetapi ilmu tidak sekedar hanya pengetahuan. Ilmu dapat didefinisikan sebagai proses penyelidikan, suatu metode memformulasi dan menjawab pertanyaan. Dalam arti ini, ilmu adalah suatu cara untuk memperoleh pengetahuan, bukan pengetahuan itu sendiri. Ilmu dapat didefinisikan sebagai proses penyelidikan yang berdisiplin. Tujuan ilmu ialah peramalan dan penguasaan gejala-gejala alam.
Ilmu Pengetahuan ialah  pengetahuan yang telah diolah kembali dan disusun secara metodis, sistematis dan koheren. Oleh karena hasil serapan panca indera dan cakupan pengalaman manusia itu sedemikian luas dan beraneka ragam, maka pengetahuan manusia juga demikian. Oleh karena itu agar pengetahuan  bisa menjadi ilmu, maka pengetahuan tadi harus dipilah (menjadi suatu bidang tertentu dari kenyataan) dan disusun secara metodis, sistematis serta konsisten. Tujuannya agar pengalaman tadi bisa diungkapkan kembali secara lebih jelas, lebih rinci dan setepat-tepatnya.
Metodis, berarti dalam proses menemukan dan mengolah  pengetahuan menggunakan metode-metode tertentu, tidak  serampangan. Sistematis, berarti dalam usaha menemukan kebenaran dan menjabarkan pengetahuan yang diperoleh, menggunakan  langkah-langkah tertentu yang teratur dan terarah sehingga merupakan suatu keseluruhan yang terpadu. Korehen,  berarti setiap bagian dari jabaran pengetahuan itu merupakan rangkaian yang saling terkait dan berkesesuaian (konsisten). Suatu bidang tertentu dari kenyataan, berarti satu bidang ilmu pengetahuan hanya akan membatasi diri pada salah satu saja dari sekian luas kenyataan. Satu ilmu hanya akan membahas satu bidang saja dari segala yang ada dan yang mungkin ada.
Ada juga yang mengungkapkan bahwa ilmu pengetahuan adalah kumpulan dari pengalaman-pengalaman dan pengetahuan-pengetahuan dari sejumlah oran yang dipadukan secara harmonik dalam suatu bangunan yang teratur. Sedangkan suatu usaha untuk menemukan, mengembangkan dan menguji kebenaran suatu pengetahuan disebut  research atau penelitian. Usaha-usaha itu dilakukan dengan menggunakan metode ilmiah.
Ilmu pengetahuan atau pengetahuan ilmiah dapat dibedakan atas :
1.     Ilmu Pengetahuan fisis-kuantitatif, sering disebut pengetahuan empiris.  Pengetahuan ini  diperoleh  melalui proses observasi serta analisis atas data dan fenomena empiris. Termasuk dalam kelompok ilmu ini adalah geologi, biologi, antropologi, sosiologi, dll.
2.     Ilmu pengetahuan formal-kualitatif, sering disebut pengetahuan matematis. Ilmu ini diperoleh dengan  cara analisis refleksi dengan mencari hubungan antara konsep-konsep. Termasuk dalam kelompok  ilmu ini adalah logika formal, matematika, fisika, kimia, dll.
3.     Ilmu pengetahuan metafisis-substansial, sering disebut pengetahuan filsafat. Pengetahuan filsafat diperoleh dengan cara analisis refleksi (pemahaman, penafsiran, spekulasi, penilaian kritis, logis/rasional) dengan mencari hakekat, prinsip yang melandasi keberadaan seluruh kenyataan.

B. Pengertian Metode ilmiah
Para ilmuwan bekerja menggunakan suatu metode yang dikenal dengan metode ilmiah.  Metode ilmiah merupakan suatu cara sistematis yang digunakan oleh para ilmuwan untuk memecahkan masalah yang dihadapi. Metode ini dalam memecahkan masalah menggunakan langkah-langkah yang sistematis, teratur dan terkontrol. Pelaksanaan metode ilmiah ini meliputi enam tahap, yaitu:
  1. Merumuskan masalah. Masalah adalah sesuatu yang harus diselesaikan.
  2. Mengumpulkan keterangan, yaitu segala sesuatu informasi yang mengarah dan dekat pada pemecahan masalah. Caranya dengan melakukan pengamatan atau studi kepustakaan. Langkah ini sering disebut juga mengkaji teori atau kajian pustaka.
  3. Menyusun hipotesa (landasan). Hipotesa merupakan teori atau pengandaian sementara yang disusun berdasarkan data atau keterangan yang diperoleh selama observasi atau telaan pustaka. Hipotesa ini selanjutkan akan diuji kebenarannya.
  4. Menguji  hipotesa dengan melakukan percobaan atau penelitian.
  5. Mengolah data (hasil) percobaan dengan menggunakan metode statistik, untuk menghasilkan kesimpulan. Hasil penelitian dengan metode ini adalah data yang obyektif; tidak dipengaruhi subyektifitas ilmuwan peneliti dan universal; dilakukan dimana saja, oleh siapa saja akan memberikan  hasil yang sama.
  6. Menguji kesimpulan. Untuk meyakinkan kebenaran hipotesa melalui hasil percobaan  perlu dilakukan uji ulang dan uji ulang. Apabila hasil uji ulang senantiasa mendukung  hipotesa, maka hipotesa itu bisa menjadi kaidah (hukum) dan bahkan menjadi teori.
Metode ilmiah didasari oleh sikap ilmiah. Sikap ilmiah, merupakan sikap yang semastinya dimiliki oleh setiap peneliti dan ilmuwan. Adapun sikap ilmiah yang dimaksud  adalah :
-       Rasa ingin tahu.
-       Jujur (menerima kenyataan hasil penelitian dan tidak mengada-ada).
-       Obyektif (sesuai fakta yang ada, dan tidak dipengaruhi oleh perasaan pribadi).
-       Tekun (tidak putus asa).
-       Teliti (tidak ceroboh dan tidak melakukan kesalahan).
-       Terbuka menerima pendapat yang benar dari orang lain.

 
C. Penelitian Ilmiah
Salah satu hal yang penting dalam dunia ilmu adalah penelitian (research). Research berasal dari kata re yang berarti kembali dan search yang berarti mencari, sehingga research atau penelitian dapat didefinisikan sebagai suatu usaha  untuk menemukan, mengembangkan, dan mengkaji kebenaran suatu pengetahuan. Mengapa perlu melakukan penelitian ?  Hal ini dikarenakan sifat ilmu pengetahuan adalah selalu ingin tahu dan ingin menemukan hal-hal  yang baru.
Ada juga yang menyebutkan  bahwa penelitian sebagai upaya sistematik untuk mencari jawaban suatu masalah. Jawaban yang dicari dapat berupa jawaban abstrak dan umum atau yang konkrit dan spesifik. Sebagai contoh jawaban abstrak adalah,  hasil penelitian mengenai korelasi antara kadar zat besi dalam tubuh ibu hamil dengan daya tahan bayi yang dikandungnya. Pada jawaban ini peneliti berupaya mengungkap hubungan antara variabel kadar besi dalam tubuh ibu hamil dengan variabel  kekebalan pada tubuh bayi yang dikandungnya.  Contoh jawaban konkrit dan spesifik adalah, hasil penelitian tentang perangkap tikus berwarna hitam lebih banyak menangkap tikus daripada perangkap tikus yang berwarna-warni. Contoh lain  hasil penelitian konkrit spesifik adalah hasil penelitian saringan air yang mempergunakan pasir dan ijuk ternyata lebih baik daripada saringan yang mempergunakan arang untuk menjernihkan dan menghilangkan bau pada air sumur.
Apapun jenis jawaban yang hendak diungkap dari hasil penelitian, suatu penelitian harus memenuhi beberapa karakteristik untuk dapat dikatakan sebagai penelitian ilmiah. Umumnya ada empat karakteristik  penelitian ilmiah empiris yaitu:
  1. Sistematik. Berarti suatu penelitian harus disusun dan dilaksanakan secara berurutan sesuai pola dan kaidah yang benar. Dari yang mudah  dan sederhana sampai yang kompleks.
  2. Logis. Suatu penelitian dikatakan benar bilamana dapat diterima akal dan berdasarkan fakta empirik. Oleh karenanya  pencarian kebenaran harus berlangsung menurut prosedur atau kaidah bekerjanya akal, yaitu logika. Prosedur penalaran yang dipakai bisa prosedur induktif yaitu cara berpikir untuk menarik kesimpulan umum dari berbagai kasus individual (khusus) atau deduktif yaitu cara berpikir untuk menarik kesimpulan yang bersifat khusus dari pernyataan yang bersifat umum.
  3. Empirik. Artinya suatu penelitian biasanya didasarkan  pada pengalaman sehari-hari (fakta aposteriori, yaitu fakta dari kesan indera) yang ditemukan atau melalui  hasil coba-coba yang kemudian diangkat sebagai bahan penelitian. Landasan penelitian empirik ada tiga yaitu:
    1. Hal-hal empirik selalu memiliki persamaan dan perbedaan (ada penggolongan atau perbandingan satu sama lain).
    2. Hal-hal empirik  selalu berubah-ubah sesuai dengan waktu.
    3. Hal-hal empirik tidak bisa timbul secara kebetulan, melainkan ada penyebabnya (ada hubungan sebab akibat).
  4. Replikatif. Artinya suatu penelitian yang pernah dilakukan harus dapat diuji kembali oleh peneliti  lain dan harus memberikan hasil yang sama, bilamana dilakukan dengan metode, kriteria dan kondisi yang sama. Agar bersifat replikatif maka penyusunan definisi operasional variabel menjadi langkah penting bagi seorang peneliti.

Tugas Kelompok
Mulai saat ini buatlah kelompok kerja masing-masing terdiri dari 5-7 orang anggota. Kelompok ini akan menjadi kelompok  tetap dalam melaksanakan tugas atau kegiatan dalam pembelajaran IPA   oleh karena itu anggota kelompok sebaiknya tidak berganti-ganti. Mulai saat ini juga setiap anggota kelompok mulai mengasah kepekaan ilmiah dengan senantiasa meningkatkan rasa ingin tahu (penasaran) baik terhadap sesuatu yang terjadi pada diri sendiri maupun sekitarnya. Barangkali sesuatu yang ada di diri sendiri atau sekitar tadi merupakan masalah yang harus dicari solusinya. Usahakan setiap  masalah yang kamu dihadapi dan dipecahkan secara ilmiah.
Dengan keyakinan bahwa setiap orang pasti memiliki masalah, maka coba sekarang masing-masing anggota kelompok membuat rumusan masalah yang sedang dihadapi atau masalah yang ada disekitarmu (tempat tinggal/ sekolah). Langkah selanjutnya ada di Tugas Kelompok bab-bab berikutnya.

D. Daftar Istilah Penting
Data empiris   : peristiwa yang dapat diindera.
Deduktif          : yaitu cara berpikir untuk menarik kesimpulan yang bersifat khusus dari pernyataan yang bersifat umum.
Eksperimen     : rangkaian kegiatan untuk membuktikan suatu hipotesa.
Hipotesa          : dugaan sementara
Ilmu Pengetahuan: ialah  pengetahuan yang telah diolah kembali dan disusun secara metodis, sistematis dan koheren.
Induktif           :yaitu cara berpikir untuk menarik kesimpulan umum dari berbagai kasus individual (khusus)  
Kebenaran      : yaitu kesesuaian  antara  pengetahuan yang ada pada subyek dan realitas yang ada pada obyek.
Konsep            : nama untuk suatu kelompok yang memiliki kesaman-kesamaan.
Konstruk         : sesuatu yang harus dibentuk karena tdak dapat diobservasi
Korehen          :  berarti setiap bagian dari jabaran pengetahuan itu merupakan rangkaian yang saling terkait dan berkesesuaian (konsisten).
Metode ilmiah :merupakan suatu cara sistematis yang digunakan oleh para ilmuwan untuk memecahkan masalah yang dihadapi.
Observasi        : pengamatan.
Obyektif          : tidak dipengaruhi oleh subyektifitas.
Penelitian        : suatu usaha  untuk menemukan, mengembangkan, dan mengkaji kebenaran suatu pengetahuan
Pengetahuan   : adalah sesuatu yang diketahui langsung dari pengalaman, berdasarkan serapan panca indera, dan diolah  oleh akal budi secara spontan.
Universal        : berlaku sama, dimanapun dan dilakukan oleh siapapun

E. Daftar Pustaka

Ircham Machfoeds dkk, 2005, Metodologi Penelitian, Yogyakarta : Fitramaya.
Sandjaja B., Heriyanto A., 2006, Panduan Penelitian,Jakarta : Prestasi Pustaka Publisher.
Sigit, Soehardi. 2003. Pengantar Metodologi Penelitian sosial - bisnis – manajemen. Yogyakarta:  BPFE Universita Sarjanawiyata Tamansiswa
Yahya, Harun. 2002. Keruntuhan Atheisme.(VCD). Jakarta: PT Nada Cipta Raya.

1 komentar:

  1. Gambling, poker, blackjack, poker, casino - JTM Hub
    Welcome to 수원 출장마사지 JTM 공주 출장마사지 Rewards, a free way to earn rewards and spend real money 의정부 출장샵 on your favorite games. Gambling & Card Games. 이천 출장마사지 Gambling and Card Games. Join 남원 출장샵 us today.

    BalasHapus