BAB I. METODE ILMIAH
Durasi : 4 x 45 menit
Tujuan
Pembelajaran
Setelah mengikuti pembelajaran ini diharapkan siswa dapat :
- Memahami definisi dan langkah-langkah metode ilmiah.
- Mempergunakan metode ilmiah untuk memecahkan masalah-masalah di
lingkungan tempat ia tinggal.
A. Pengetahuan
dan Ilmu Pengetahuan.
Pengetahuan (knowledge) adalah sesuatu yang diketahui
langsung dari pengalaman, berdasarkan serapan panca indera, dan diolah oleh akal budi secara spontan. Dapat juga
dikatakan bahwa pengetahuan adalah segala sesuatu yang dilihat, didengar,
dikecap, dicium, diraba dan hadir dalam kesadaran kita. Jadi pengetahuan
bersifat spontan, subyektif dan intuitif. Kemampuan ini merupakan milik setiap
manusia sejak lahir.
Pengetahuan senantiasa
mengandaikan adanya subyek yang
mengetahui, dan obyek yang diketahui hal ikhwalnya. Selain itu pengetahuan juga
berkait erat dengan kebenaran, yaitu
kesesuaian antara pengetahuan yang ada pada subyek dan realitas
yang ada pada obyek. Karena itu bila
terjadi ketidaksesuaian antara apa yang diketahui dengan realitas obyeknya, maka dikatakan
terjadi kekeliruan. Coba berikan contoh sesuatu yang kamu alami
yang termasuk kategori pengetahuan dan yang bukan pengetahuan!
Pengetahuan dapat dibedakan
menjadi pengetahuan non-ilmiah dan
pengetahuan pra ilmiah. Pengetahuan
non-ilmiah adalah hasil serapan indera atau instuisi terhadap pengalaman
hidup sehari-hari yang tidak perlu dan tidak mungkin diuji kebenarannya
sehingga tidak dapat dikembangkan menjadi pengetahuan ilmiah. Misalnya
pengetahuan orang tertentu tentang jin atau makhluk halus di tempat tertentu,
keampuhan pusaka, manfaat air cucian benda pusaka untuk menyembuhkan
penyakit, dll.
Pengetahuan pra ilmiah adalah
hasil serapan indera dan pemikiran rasional yang terbuka terhadap pengujian
lebih lanjut dengan menggunakan metode-metode ilmiah. Misalnya pengetahuan
orang tentang manfaat rebusan daun jambu biji untuk mengurangi gejala
diare. Pengetahuan ini selanjutnya dapat
di teliti dan diuji di laboratorium tentang kandungan daun jambu biji dan
kasiatnya tersebut. Contoh pengetahuan yang kamu sebutkan diatas termasuk kategori pengetahuan yang mana ?
Jelaskan !
Ilmu (sains) berasal dari
Bahasa Latin scientia yang berarti
pengetahuan (knowledge), tetapi ilmu
tidak sekedar hanya pengetahuan. Ilmu dapat didefinisikan sebagai proses
penyelidikan, suatu metode memformulasi dan menjawab pertanyaan. Dalam arti
ini, ilmu adalah suatu cara untuk memperoleh pengetahuan, bukan pengetahuan itu
sendiri. Ilmu dapat didefinisikan
sebagai proses penyelidikan yang berdisiplin. Tujuan ilmu ialah peramalan dan
penguasaan gejala-gejala alam.
Ilmu Pengetahuan ialah pengetahuan yang telah diolah kembali dan
disusun secara metodis, sistematis dan koheren. Oleh karena hasil serapan panca
indera dan cakupan pengalaman manusia itu sedemikian luas dan beraneka ragam,
maka pengetahuan manusia juga demikian. Oleh karena itu agar pengetahuan bisa menjadi ilmu, maka pengetahuan tadi
harus dipilah (menjadi suatu bidang tertentu dari kenyataan) dan disusun secara
metodis, sistematis serta konsisten. Tujuannya agar pengalaman tadi bisa
diungkapkan kembali secara lebih jelas, lebih rinci dan setepat-tepatnya.
Metodis, berarti dalam
proses menemukan dan mengolah
pengetahuan menggunakan metode-metode tertentu, tidak serampangan. Sistematis, berarti dalam usaha menemukan kebenaran dan menjabarkan
pengetahuan yang diperoleh, menggunakan
langkah-langkah tertentu yang teratur dan terarah sehingga merupakan
suatu keseluruhan yang terpadu. Korehen, berarti setiap bagian dari jabaran
pengetahuan itu merupakan rangkaian yang saling terkait dan berkesesuaian
(konsisten). Suatu bidang tertentu dari kenyataan, berarti satu bidang ilmu
pengetahuan hanya akan membatasi diri pada salah satu saja dari sekian luas
kenyataan. Satu ilmu hanya akan membahas satu bidang saja dari segala yang ada
dan yang mungkin ada.
Ada juga yang mengungkapkan
bahwa ilmu pengetahuan adalah
kumpulan dari pengalaman-pengalaman dan pengetahuan-pengetahuan dari sejumlah
oran yang dipadukan secara harmonik dalam suatu bangunan yang teratur.
Sedangkan suatu usaha untuk menemukan, mengembangkan dan menguji kebenaran
suatu pengetahuan disebut research atau penelitian. Usaha-usaha itu dilakukan dengan menggunakan metode ilmiah.
Ilmu pengetahuan atau
pengetahuan ilmiah dapat dibedakan atas :
1. Ilmu
Pengetahuan fisis-kuantitatif, sering disebut
pengetahuan empiris. Pengetahuan
ini diperoleh melalui proses observasi serta analisis atas
data dan fenomena empiris. Termasuk dalam kelompok ilmu ini adalah geologi,
biologi, antropologi, sosiologi, dll.
2. Ilmu
pengetahuan formal-kualitatif, sering disebut
pengetahuan matematis. Ilmu ini diperoleh dengan cara analisis refleksi dengan mencari
hubungan antara konsep-konsep. Termasuk dalam kelompok ilmu ini adalah logika formal, matematika,
fisika, kimia, dll.
3. Ilmu
pengetahuan metafisis-substansial, sering
disebut pengetahuan filsafat. Pengetahuan filsafat diperoleh dengan cara
analisis refleksi (pemahaman, penafsiran, spekulasi, penilaian kritis,
logis/rasional) dengan mencari hakekat, prinsip yang melandasi keberadaan
seluruh kenyataan.
B. Pengertian
Metode ilmiah
Para ilmuwan bekerja
menggunakan suatu metode yang dikenal dengan metode ilmiah. Metode
ilmiah merupakan suatu cara sistematis yang digunakan oleh para ilmuwan
untuk memecahkan masalah yang dihadapi. Metode ini dalam memecahkan masalah
menggunakan langkah-langkah yang sistematis, teratur dan terkontrol. Pelaksanaan
metode ilmiah ini meliputi enam tahap, yaitu:
- Merumuskan masalah. Masalah adalah sesuatu yang harus diselesaikan.
- Mengumpulkan keterangan, yaitu segala sesuatu informasi yang mengarah dan dekat pada pemecahan masalah. Caranya dengan melakukan pengamatan atau studi kepustakaan. Langkah ini sering disebut juga mengkaji teori atau kajian pustaka.
- Menyusun hipotesa (landasan). Hipotesa merupakan teori atau pengandaian sementara yang disusun berdasarkan data atau keterangan yang diperoleh selama observasi atau telaan pustaka. Hipotesa ini selanjutkan akan diuji kebenarannya.
- Menguji hipotesa dengan melakukan percobaan atau penelitian.
- Mengolah data (hasil) percobaan dengan menggunakan metode statistik, untuk menghasilkan kesimpulan. Hasil penelitian dengan metode ini adalah data yang obyektif; tidak dipengaruhi subyektifitas ilmuwan peneliti dan universal; dilakukan dimana saja, oleh siapa saja akan memberikan hasil yang sama.
- Menguji kesimpulan. Untuk meyakinkan kebenaran hipotesa melalui hasil percobaan perlu dilakukan uji ulang dan uji ulang. Apabila hasil uji ulang senantiasa mendukung hipotesa, maka hipotesa itu bisa menjadi kaidah (hukum) dan bahkan menjadi teori.
Metode ilmiah didasari oleh
sikap ilmiah. Sikap ilmiah, merupakan sikap yang semastinya dimiliki oleh
setiap peneliti dan ilmuwan. Adapun sikap ilmiah yang dimaksud adalah :
- Rasa ingin tahu.
- Jujur (menerima kenyataan hasil penelitian dan tidak mengada-ada).
- Obyektif (sesuai fakta yang ada, dan tidak dipengaruhi oleh perasaan
pribadi).
- Tekun (tidak putus asa).
- Teliti (tidak ceroboh dan tidak melakukan kesalahan).
- Terbuka menerima pendapat yang benar dari orang lain.
C. Penelitian
Ilmiah
Salah satu hal yang penting
dalam dunia ilmu adalah penelitian (research). Research berasal dari kata re
yang berarti kembali dan search yang
berarti mencari, sehingga research atau penelitian dapat didefinisikan sebagai
suatu usaha untuk menemukan,
mengembangkan, dan mengkaji kebenaran suatu pengetahuan. Mengapa perlu
melakukan penelitian ? Hal ini
dikarenakan sifat ilmu pengetahuan adalah selalu ingin tahu dan ingin menemukan
hal-hal yang baru.
Ada juga yang
menyebutkan bahwa penelitian sebagai
upaya sistematik untuk mencari jawaban suatu masalah. Jawaban yang dicari dapat
berupa jawaban abstrak dan umum atau yang konkrit dan spesifik. Sebagai contoh
jawaban abstrak adalah, hasil penelitian mengenai korelasi antara
kadar zat besi dalam tubuh ibu hamil dengan daya tahan bayi yang dikandungnya.
Pada jawaban ini peneliti berupaya mengungkap hubungan antara variabel kadar besi dalam tubuh ibu hamil dengan
variabel kekebalan pada tubuh bayi yang dikandungnya. Contoh jawaban konkrit dan spesifik adalah,
hasil penelitian tentang perangkap tikus
berwarna hitam lebih banyak menangkap tikus daripada perangkap tikus yang
berwarna-warni. Contoh lain hasil
penelitian konkrit spesifik adalah hasil penelitian saringan air yang mempergunakan pasir dan ijuk ternyata lebih baik
daripada saringan yang mempergunakan arang untuk menjernihkan dan menghilangkan
bau pada air sumur.
Apapun jenis jawaban yang
hendak diungkap dari hasil penelitian, suatu penelitian harus memenuhi beberapa
karakteristik untuk dapat dikatakan sebagai penelitian ilmiah. Umumnya ada empat karakteristik penelitian ilmiah empiris yaitu:
- Sistematik. Berarti suatu penelitian harus disusun dan dilaksanakan secara berurutan sesuai pola dan kaidah yang benar. Dari yang mudah dan sederhana sampai yang kompleks.
- Logis. Suatu penelitian dikatakan benar bilamana dapat diterima akal dan berdasarkan fakta empirik. Oleh karenanya pencarian kebenaran harus berlangsung menurut prosedur atau kaidah bekerjanya akal, yaitu logika. Prosedur penalaran yang dipakai bisa prosedur induktif yaitu cara berpikir untuk menarik kesimpulan umum dari berbagai kasus individual (khusus) atau deduktif yaitu cara berpikir untuk menarik kesimpulan yang bersifat khusus dari pernyataan yang bersifat umum.
- Empirik. Artinya suatu penelitian biasanya didasarkan pada pengalaman sehari-hari (fakta aposteriori, yaitu fakta dari kesan indera) yang ditemukan atau melalui hasil coba-coba yang kemudian diangkat sebagai bahan penelitian. Landasan penelitian empirik ada tiga yaitu:
- Hal-hal empirik selalu memiliki persamaan dan perbedaan (ada penggolongan atau perbandingan satu sama lain).
- Hal-hal empirik selalu berubah-ubah sesuai dengan waktu.
- Hal-hal empirik tidak bisa timbul secara kebetulan, melainkan ada penyebabnya (ada hubungan sebab akibat).
- Replikatif. Artinya suatu penelitian yang pernah dilakukan harus dapat diuji kembali oleh peneliti lain dan harus memberikan hasil yang sama, bilamana dilakukan dengan metode, kriteria dan kondisi yang sama. Agar bersifat replikatif maka penyusunan definisi operasional variabel menjadi langkah penting bagi seorang peneliti.
Tugas Kelompok
Mulai saat ini buatlah kelompok kerja masing-masing terdiri dari
5-7 orang anggota. Kelompok ini akan menjadi kelompok tetap dalam melaksanakan tugas atau kegiatan
dalam pembelajaran IPA oleh karena itu
anggota kelompok sebaiknya tidak berganti-ganti. Mulai saat ini juga setiap
anggota kelompok mulai mengasah kepekaan ilmiah dengan senantiasa meningkatkan
rasa ingin tahu (penasaran) baik terhadap sesuatu yang terjadi pada diri
sendiri maupun sekitarnya. Barangkali sesuatu yang ada di diri sendiri atau
sekitar tadi merupakan masalah yang harus dicari solusinya. Usahakan
setiap masalah yang kamu dihadapi dan
dipecahkan secara ilmiah.
Dengan keyakinan bahwa setiap orang pasti memiliki masalah, maka
coba sekarang masing-masing anggota kelompok membuat rumusan masalah yang
sedang dihadapi atau masalah yang ada disekitarmu (tempat tinggal/ sekolah).
Langkah selanjutnya ada di Tugas
Kelompok bab-bab berikutnya.
D.
Daftar Istilah Penting
Data empiris : peristiwa yang dapat diindera.
Deduktif : yaitu cara berpikir untuk menarik
kesimpulan yang bersifat khusus dari pernyataan yang bersifat umum.
Eksperimen : rangkaian kegiatan untuk membuktikan suatu hipotesa.
Hipotesa : dugaan sementara
Ilmu Pengetahuan: ialah pengetahuan yang telah diolah kembali dan
disusun secara metodis, sistematis dan koheren.
Induktif :yaitu cara berpikir untuk menarik
kesimpulan umum dari berbagai kasus individual (khusus)
Kebenaran : yaitu kesesuaian
antara pengetahuan yang ada pada
subyek dan realitas yang ada pada obyek.
Konsep : nama untuk suatu kelompok yang memiliki kesaman-kesamaan.
Konstruk : sesuatu yang harus dibentuk karena tdak dapat diobservasi
Korehen : berarti setiap bagian dari
jabaran pengetahuan itu merupakan rangkaian yang saling terkait dan
berkesesuaian (konsisten).
Metode ilmiah :merupakan suatu cara sistematis yang digunakan oleh para ilmuwan
untuk memecahkan masalah yang dihadapi.
Observasi : pengamatan.
Obyektif : tidak dipengaruhi oleh subyektifitas.
Penelitian : suatu usaha untuk
menemukan, mengembangkan, dan mengkaji kebenaran suatu pengetahuan
Pengetahuan : adalah sesuatu yang diketahui langsung dari pengalaman,
berdasarkan serapan panca indera, dan diolah
oleh akal budi secara spontan.
Universal : berlaku sama, dimanapun dan dilakukan oleh siapapun
E.
Daftar Pustaka
Ircham Machfoeds dkk, 2005,
Metodologi Penelitian, Yogyakarta :
Fitramaya.
Sandjaja B., Heriyanto A.,
2006, Panduan Penelitian,Jakarta :
Prestasi Pustaka Publisher.
Sigit, Soehardi. 2003. Pengantar Metodologi Penelitian sosial -
bisnis – manajemen. Yogyakarta: BPFE
Universita Sarjanawiyata Tamansiswa
Yahya, Harun. 2002. Keruntuhan
Atheisme.(VCD). Jakarta: PT Nada Cipta Raya.
Gambling, poker, blackjack, poker, casino - JTM Hub
BalasHapusWelcome to 수원 출장마사지 JTM 공주 출장마사지 Rewards, a free way to earn rewards and spend real money 의정부 출장샵 on your favorite games. Gambling & Card Games. 이천 출장마사지 Gambling and Card Games. Join 남원 출장샵 us today.